Petya Ransomware Infographic

Dampak Serangan Cyber Petya Ransomware, Kemenkominfo Keluarkan Press Rilis

Diposting pada

Dampak Serangan Cyber Petya Ransomware, Kemenkominfo Keluarkan Press Rilis – Serangan cyber terbaru bernama Petya ransomware mulai banyak berdampak ke seluruh dunia seperti dikabarkan media-media online luar negeri. Dilaporkan bahwa dampak serangan cyber Petya ransomware sudah menyerang Amerika Serikat dan Eropa.

Di dalam negeri, Pemerintah Indonesia dalam hal ini yang memiliki otoritas terkait penanganan dan antisipasi serangan cyber ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika juga sudah mengeluarkan pernyataan. Hari Rabu tanggal 28 Juni 2017 Kementerian Komunikasi dan Informatika mengeluarkan press rilis terkait serangan Petya ransomware ini.

Dalam press rilis  yang dikeluarkan bernomor NO. 76/HM/KOMINFO/06/2017 Tentang Pemintaan Segera Melakukan Tindakan Pencegahan Terhadap Ancaman Ransomware PETYA, Kementerian Informasi dan Informatika memberikan arahan, antisipasi dan petunjuk bagi khalayak luas untuk menghadapai serangan cyber Petya ransomware ini.

Berikut kami sampaikan press rilis selengkapnya :

 

SIARAN PERS KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

No. 76/HM/KOMINFO/06/2017

Tentang

Pemintaan Segera Melakukan Tindakan Pencegahan Terhadap Ancaman Ransomware PETYA

Saat ini dalam skala global sedang terjadi serangan virus ransomware bernama PETYA. Cara bekerja virus PETYA mirip dengan ransomware WANANCRY yang menyerang skala global pada 13 Mei yang lalu.

Pemerintah terus memantau dan memitigasi pergerakan dari penyebaran virus PETYA ini di Indonesia. Notifikasi telah dikeluarkan oleh ID-SIRTII (organisasi yang diampu oleh Kementerian Kominfo yang antara lain untuk menangani insiden seperti serangan siber) kepada para mitra yang bekerjasama seperti penyelenggara jasa akses Internet, Penyelenggara NAP, dan juga kepada Kementerian/Lembaga.

Kepada masyarakat luas, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara meminta masyakarat yang memiliki komputer melakukan antisipasi serangan PETYA, sebelum mengaktifkan komputernya, agar melakukan : BACKUP DATA SEKARANG.

Kepada Pengelola Teknologi Informasi di berbagai Institusi, Rudiantara meminta agar :

  1. Pengelola TI menonaktifkan atau mencabut jaringan Lokal/LAN sementara sampai dipastikan semua aman
  2. BACKUP DATA ke storage TERPISAH

Selain itu, apabila hal di atas telah dilakukan, agar dibiasakan kewaspadaan, yaitu :

  1. Selalu Backup Data
  2. Gunakan system operasi yan orisinal dan update secara berkala
  3. Install Antivirus dan update berkala
  4. Gunakan password yang aman dan ganti berkala

Rudiantara menegaskan juga kepada penyedia layanan publik kepada masyarakat dan khususnya yang menunjang layanan mudik lebaran 2017 agar terus menjaga kewaspadaan sistem elektroniknya dari walware.

Jakarta, 28 Juni 2017

BIRO HUMAS, KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

 

Petya Ransomware Infographic

 

Sampai saat kami menulis di blog ini, kami belum mendapatkan informasi terbaru terkait dampak dan akibat dari serangan cyber Petya ransomware terhadap insfrastuktur jaringan komputer yang ada di Indonesia. Berhubung satu minggu ini masih dalam suasana liburan cuti bersama lebaran Idul Fitri 1438 H/2017M, masih banyak kantor-kantor Pemerintahan dan swasta yang belum beroperasi normal seperti sedia kala.

Semoga serangan cyber Petya ransomware ini tidak terlalu membawa dampak buruk terhadap layanan publik yang ada di Indonesia, khususnya layanan publik yang sudah menerapkan e-Gov, berbasis layanan elektronik memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

Dan bagi kami, menggunakan sistem operasi yang free dan open source seperti Linux menjadi alternatif tersendiri untuk aktivitas pekerjaan sehari-hari di kantor yang membutuhkan komputer.

Bagaimana dengan anda?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.